Gunung sitoli- Korban gempa bumi dipulau Nias,provinsi Sumatra Utara, kini menghadapi kesulitan pangan.Mereka terancam kelaparan karena persediaan menepis, semantara bantuan logistik tidak terdistribusi denagn baik.Warga diluar wilayah radius 10 atau 15 kilometer dari Gunung Sitoli, ibu kota dari kabupaten Nias, nyaris tidak mendapatkan bantuan, dan mereka dalam kondisi kekurangan makanan.
Menurut informasi,warga yang tidak terjangkau bantuan mulai mengonsumsi makanan seadanya.Sebagian mengonsumsi singkong dan pisang yang bisa diperoleh dari kebun.Tetapi,tidak semuanya bisa mendapatkan pisang atau singkong,khususnya di Nias bagian utara, karena sebagian besar warga Nias bukan petani bahan pangan.
Sejak beberapa tahun lalu,petani di Nias lebih banyak mengembangkan tanaman kakao,kelapa,dan karet sehingga tanaman piasang dan singkong tidak banyak lagi.Bantuan yang diterima warga Nias umumnya didistribusikan oleh yayasan ,lembaga keagamaan,dan perusahaan-perusahaan,tetapi jumlahnya terbatas sehingga tidak cukup untuk semua korban.Sebagian besar bantuan dari perusahaan-perusahaan dikirim dengan tujuan karyawan perusahaan tersebut di Nias yang jadi korban gempa.Oleh karena itu,sekarang, bantuan sangat diperlukan masyarakat di desa-desa.Harga bahan makanan juga melonjak drastis.Harga gula sempat mencapai Rp 15.000 per Kg dan beras Rp 10.000 per Kg.Seandainya bantuan tidak segera datang, mungkin harga itu akan naik terus.


0 komentar:
Posting Komentar